geger di setadion kota blitar

cepatonline, Kota Blitar Senin lapangan Sepak bola Supridjadi gempar

(12/4) sore, seorang anggota DPRD Kabupaten
Blitar babak belur dikeroyok oknum panitia pelaksana (panpel)
pertandingan.Tidak
terima diperlakukan kasar, anggota Fraksi Demokrat yang bernama
Trihandoko Arif Setiawan alias Banpo itu, langsung meminta visum dokter.
Dan tanpa pikir panjang, Selasa (20/4/2010) pagi, korban resmi
melaporkan penganiayaan yang menimpa dirinya ke Mapolresta Blitar.

Benar,kita sudah menerima laporannya tentang pengeroyokan yang dilakukan sejumlah orang
yang diduga panpel. “Kita juga sudah meminta keterangan korban,” ujar
Kasatreskrim Polresta Blitar Ajun Komisaris Polisi Purdiyanto menjawab
Seputar Indonesia Selasa (20/4/2010).

Kepada penyidik kepolisian, Arif yang didampingi kerabatnya mengaku tiba-tiba dipukul dari arah belakang oleh sejumlah orang. Bahkan bogem dan tendangan yang datang bertubi-tubi itu sampai membuat Arif jatuh tersungkur.

Penganiayaan yang berlangsung di depan pintu keluar stadion
itu berhenti setelah beberapa petugas Polisi Pamong Praja (Satpol PP)
mengamankannya. Korban menduga kekerasan yang terjadi pada dirinya
buntut dari perang mulut dengan salah seorang petugas panpel saat masih
di dalam stadion.

Sebab menjelang babak akhir pertandingan seorang panpel tiba-tiba memperingatkannya setelah melihat adanya kemasan gelas air mineral melayang ke lapangan hijau, dan nyaris mengenai kepala wasit.

Saat itu, kebetulan tidak sedikit orang yang melihat lemparan tersebut berasal dari tribun tempat Arif menonton bersama dua orang
adik iparnya. Intinya panpel tidak ingin lemparan tersebut akan
memancing reaksi anarkistis penonton lainnya yang berdampak merugikan
kesebelasan PSBI yang dalam pertandingan berhasil mengungguli tim
Persitara 3:2.

Karena merasa tidak melempar, korban membela diri
dan terjadilah adu mulut. Dan saat hendak pulang itulah pengeroyokan
terjadi, terang Purdiyanto. Informasi yang dihimpun Seputar Indonesia,
saat diperingatkan korban yang merasa sebagai anggota dewan terlihat
mentang-mentang. Apalagi, Arif didampingi Budiono, adik iparnya yang
juga mantan Anggota DPRD Kabupaten Blitar.

Bahkan sebelum
pengeroyokan terjadi, salah seorang panpel juga sempat menampar istri
Budiono, yang saat itu terlibat adu mulut membela kakaknya. Menurut
Purdiyanto, sejauh ini polisi masih meminta keterangan 5 orang saksi, termasuk belum menetapkan tersangka dalam peristiwa ini.

“Kalau
memang terbukti melakukan penganiayaan, pelaku akan dijerat dengan
pasal 170 KUHP dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara,” tegas
Purdiyanto.

Sementara Budiono selaku juru bicara korban sekaligus
saksi kejadian meminta kepolisian mengusut tuntas kasus yang menimpa
saudara iparnya. Apa yang dilakukan sejumlah oknum panpel telah
mencoreng dunia olahraga, khususnya sepak bola. Kami menyesalkan kenapa
sampai terjadi seperti ini.”Dan ini harus diusut secara hukum,” ujarnya.
Okezone.com

//

Tentang cepatonline

Percaya harapan dan cinta adalah tonggak awal dalam sebuah kemerdekaan diri
Pos ini dipublikasikan di NEWS GLOBAL. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s