rsu

RUMAH SAKIT UMUM MARDI WALUYO KOTA BLITAR TINGKATKAN PELAYANAN

Kota Blitar cepatonline, Kritik serta saran dari masyarakat yang di alamatkan ke RSUD Mardi Waluyo kota Blitar Jawa Timur, telah menjadikan acuan untuk meningkatan kualitas menajemen pelayanan. Tidak hanya pelayanan yang menyangkut gedung fisik baru yang berada di Jl Kalimantan, tetapi juga kualitas pelayanan dan tindakan lansung terhadap pasien. Untuk itu kedisiplinan dokter, para medis, perawat dan tenaga medis lain yang bertugas melayani pasien baik di poliklinik dan ruang rawat inap terus ditingkatkan. Sehingga bisa memberikan pelayanan yang optimal terhadap pasien. Hasilnya selama tahun 2007 lalu jumlah kunjungan pasien menunjukan grafik peningkatan sekitar 17 % jika dibandingkan tahun 2006. Di tahun 2006, tercatat sebanyak 80.848 kasus kunjungan. Kemudian di tahun 2007 menjadi 94.732 kasus kunjungan pasien. Dari data di atas diketahui lonjakan pasien rawat jalan meningkat dari 71.405 menjadi 82.738 kunjungan atau meningkat hingga sekitar 27%. Sedangkan, untuk kunjungan rawat inap kenaikannya mencapai sekitar 16%, yaitu dari 9.443 pasien meningkat menjadi 11.994 orang. “Meningkatnya kunjungan pasien ini, membuat tempat tidur rawat inap yang terpakai melebihi batas normal. Idealnya, tingkat tempat tidur rawat inap yang terpakai tertinggi 80%, tetapi karena tingginya permintaan pasien rawat inap membuat tingkat hunian rawat inap mencapai 104%,” urai Direktur RS Mardi Waluyo Kota Blitar, dr Husein Abdul Rachman kemarin di kantornya.
Namun, meskipun tingkat hunian rawat inap melebihi batas ideal, hal tersebut tidak mempengaruhi kualitas pelayanan terhadap pasien. Bahkan tenaga perawat maupun dokter di setiap ruangan tetap berusaha maksimal memberikan pelayanan terbaik serta tidak lupa melayani setiap pasien dengan tersenyum. Demikian dr Husein memberikan penegasan.
Sementara itu, berdasarkan data di Bidang Perencanaan dan Pengembangan RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, jumlah tempat tidur yang tersedia saat ini sejumlah 130 buah. Dengan rincian 53 tempat tidur untuk rawat inap kelas III, 36 tempat tidur kelas II, 19 tempat tidur kelas I, dan 22 tempat tidur kelas Paviliun. Dari total 130 buah tempat tidur tersebut, idealnya rata-rata per hari maksimal yang dihuni sebanyak 111 tempat tidur. Tetapi selama tahun 2008, tingkat hunian rata-rata mencapai 135 tempat tidur per hari. Persoalan kekurangan tempat tidur dapat teratasi tidak akan ada masalah lagi. Karena semua pembanguna telah selesai. Rumah sakit yang tahun 2008 mulai pembangunan tahap II ini, akan menyediakan sedikitnya 350 tempat tidur, baik untuk kelas III, kelas II, kelas I, demikian keterangan dari dr Husein AR di Dampingi bagian Kehumasan rumah sakit Mardi waluyo Rita efendi belum lama ini. (Jat/Gtt)

Tentang cepatonline

Percaya harapan dan cinta adalah tonggak awal dalam sebuah kemerdekaan diri
Pos ini dipublikasikan di NEWS GLOBAL. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s